Responsive image

For Info & Inquiries
+6285954487807

Responsive image

Megahnya Blue Mosque St Petersburg

Di publikasikan oleh Admin Pada Tanggal 08 Februari 2020
Responsive image

Megahnya Blue Mosque St Petersburg - Siapa yang tak tahu kota St. Petersburg, kota di belahan bumi utara ini merupakan kota terbesar kedua di Rusia setelah Moskow. Kota yang dulu bernama Leningard ini juga memiliki fenomena White Night, dimana saat musim panas tiba pada pertengahan Juni hingga awal Juli, keadaan St. Petersburg di siang hari akan terasa lebih panjang dan matahari bersinar sampai tengah malam selama kurang lebih tiga minggu.
 
Melihat sisi lain dari kota St. Petersburg, siapa sangka di negeri yang dulu dikuasai oleh komunis ini Islam pernah berjaya dan menorehkan sejarah bagi Rusia. Islam telah menjadi agama dikalangan masyarakat Rusia jauh sebelum Kristen Ortodoks menjadi agama mayoritas mereka seperti sekarang. Namun, keberadan Islam dan Kristen sempat menghilang akibat kuatnya pengaruh komunis di Rusia.
 
Bukti bahwa islam pernah berjaya di Rusia yakni dengan adanya masjid yang disebut dengan Masjid Biru atau The Blue Mosque. Meski nama aslinya adalah Masjid Jam’ul Muslimin, disebut Masjid Biru dikarenakan kubah masjid dan gerbangnya dihiasi oleh warna biru. Masjid ini terletak di jantung kota St. Petersburg dan terletak di antara berbagai objek wisata utama, sehingga masjid ini menjadi salah satu destinasi wajib kunjung di St Petersburg.
 
Masjid Biru (The Blue Mosque) dibangun pada tahun 1910 ketika umat Islam di Rusia hanya berjumlah delapan ribu orang. Sebagian besar para pekerja yang membangun masjid ini adalah mereka yang tengah membuat kapal di galangan sungai Neva. Para pekerja ini berasal dari kawasan selatan Soviet, seperti Kazakhstan, Tajikistan, dan Turkmenistan. Izin pembangunan masjid ini diberikan langsung oleh Tsar Nikolai II pada 3 Juli 1907 di Petergof. Arsitek masjid ini adalah Nikolai Vasilyev yang memadukan ornamen ketimuran dan mozaik biru tosca pada kubah, gerbang masjid, menara, serta mihrab imam. Selama Uni Soviet berkuasa, masjid ini ditutup lantaran ketika itu semua rumah ibadah tak boleh digunakan di era komunisme. Blue Mosque kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah gudang selama bertahun-tahun. Namun atas permintaan presiden Soekarno pada Pemimpin Soviet saat itu, Nikita Khrushchev saat kunjungan kepresidenan pada tahun 1956, Blue Mosque mulai difungsikan kembali sebagai tempat ibadah hingga saat ini.
 
Sejak saat itu, Blue Mosque terus berdiri kokoh dan berfungsi maksimal di bawah pengelolaan komunitas muslim di St. Petersburg. Tahun 1980 masjid ini sempat direnovasi secara besar-besaran hingga bentuknya menjadi seperti sekarang. Beberapa Presiden Indonesia di era reformasi juga pernah mengunjungi masjid ini, antara lain Megawati pada tahun 2003 dan Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2006 lalu.
 
Untuk mengunjungi Blue Mosque di St Petersburg, Anda dapat mengikuti paket group series Rusia kami 7H5M Amazing Russia start Jakarta dengan keberangkatan periode Maret & Mei. Untuk detail paketnya silahkan klik 7H5M Amazing Russia
 
Untuk pilihan paket tour Russia kami lainnya silahkan klik Russia Tour Package

Share On:

Daftar Newsletter

Jadilah orang pertama yang mendapatkan informasi diskon dan penawaran menarik